Akhirnya Datang Juga

2009 October 2
by kang adya

Horay ….akhirnya my skutik new red Vario datang juga. Belum genap satu minggu rasanya menunggu sang idola baruku telah tiba di hadapan rumah. Tepat pukul 19.00 wib di saat hujan deras melanda munculah sang Vario dihantar oleh 2 orang petugas dealer menggunakan mobil pick up.

Wah…senangnya hati ini melihat yang ditunggu akhirnya datang juga. Dan yang lebih senang lagi ketika melihat seluruh anggota keluarga – istri dan dua orang anak – riang gembira menyambutnya. Sayangnya tidak bisa langsung dijajal karena hujan….

Mantapsss….. besok pagi – kebetulan hari Sabtu – bisa menjajal. Ya…paling tidak putar-putar kompleks dululah sambil menunggu plat nomor dan STNK jadi dua minggu lagi.

Keesokan harinya…..

Sesuai rencana tepat pukul 07.00 pagi setelah mandi dan sarapan, penjajalan si merah dimulai. Tiga menit setelah pemanasan, dengan tarikan pertama ¼ putaran handel gas bergeraklah si merah ke arah taman komplek walaupun dengan gaya yang masih kagok karena tiga tahun tidak pernah pegang kemudi lagi.

Setelah 1 putaran dan dirasa-rasa, kesimpulannya sbb:

  1. Tarikannya oke
  2. Handling lumayan mudah
  3. Suspensi juga oke

Beberapa hal yang dirasa kurang pas:

  1. Rasanya kaki kanan kepingin nginjak rem, mungkin kebiasaan pakai motor bebek semi matik.
  2. Rasanya tangan jadi pegal karena pengereman bertumpu pada kedua tangan, lagi-lagi mungkin kebiasaan pakai motor bebek semi matik. Kalau boleh usul, model berikutnya bisa ditambahkan rem kaki – mirip skuter Vespa – untuk mengurangi beban di kedua tangan.

Salam cihuy…..

Popularity: 73% [?]

Tetap Ngacir Disaat Krisis Belum Usai

2009 September 27
by kang adya

Kadung membeli skutik jadi tergelitik untuk mengetahui angka-angka dibalik sekuter matik ini. Dari pembicaraan sekilas dengan seorang analis kredit yang hari ini survey ke rumah saya saja tercetus angka yang fantastik. Konon katanya dalam sebulan perusahaan leasing dimana dia berasal saja dapat menjual rata-rata 6000 unit sepeda motor dari berbagai merek per bulannya atau 200 unit per hari. Jika dikalikan dengan sekian perusahaan leasing maka jadilah angka yang luar biasa….! Dia juga manambahakan bahwa penjualan sepeda motor bisa menjadi salah satu indikator krisis, mungkin lebih tepatnya indikator pertumbuhan ekonomi.

Selidik punya selidik berikut data yang saya cuplik dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kemudian saya olah sedikit dan wah ….memang ruuaaar biasa.

tabel penjualan sepeda motorSumber : AISI dan diolah sendiri

  1. CAGR sebesar 40% artinya laju pertumbuhan penjualan dari tahun 1996 s.d 2009F sebesar 40%, angka ini sungguh fantastis. Memang sih masih jauh dibawah pertumbuhan user internet dunia yang 220%.
  2. Terjual 6,2 juta unit pada tahun 2008 atau jika setahun ada 365 hari maka setiap hari rata-rata terjadi transaksi pembelian 17.000 unit. Ini adalah rekor baru meskipun menjelang akhir tahun krisis keuangan mendera Amerika Serikat dan mengimbas ke Indonesia.

Sayangnya di tahun 2009 ini diperkirakan penjualan hanya akan mencapai 5,3 juta unit atau turun 15% dibandingkan tahun lalu. Gunadi Sindhuwinata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan ”Secara keseluruhan, penjualan sampai akhir tahun 2009 sudah diproyeksi mengalami penurunan. Bahkan, AISI semula memproyeksikan penjualan hanya mencapai 4,6 juta unit. Kalau akhirnya bisa mencapai 5,3 juta unit, itu berarti merupakan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.”

Penurunan penjualan sepeda motor dipastikan terjadi akibat krisis finansial global. Dari aspek keuangan domestik, perbankan sangat berhati-hati dalam mengucurkan kredit. Akibatnya, konsumen yang ingin mengakses kredit harus sungguh mempertimbangkan dalam membeli sepeda motor karena tingginya beban bunga kredit. Padahal, sebagian besar pembelian sepeda motor dan mobil di Indonesia dilakukan dengan kredit, demikian Gunadi menjelaskan.

Dan hebatnya lagi saya termasuk salah satu yang ikut andil dalam angka-angka yang luar biasa itu. Hmmm….

Apakah anda termasuk di dalam angka 6,2 juta atau 5,3 juta atau juta-juta lainnya?

Popularity: 76% [?]

I’m Vario, my new skutik

2009 September 25
by kang adya

honda-logoHari ini Jumat 25 September 2009 tepat pukul 10.00 wib saya putuskan untuk membeli sebuah sepeda motor tipe skuter otomatis atau istilah kerennya skutik. Hanya satu alasan sederhana mengapa saya putuskan membelinya yaitu karena didorong oleh kebutuhan, kebutuhan akan sarana transportasi yang praktis, cepat dan ekonomis. Kebutuhan yang hadir kembali setelah tiga tahun menghilang dari pikiran saya. Tiga hal yang menjadi dasar munculnya kebutuhan itu adalah :

  1. Praktis untuk memenuhi kebutuhan mulai ke kantor, mengantar anak ke sekolah sampai hal remeh temeh seperti membeli es buah di seputaran kompleks.
  2. Cepat mengakses tempat tujuan disaat kondisi trafik padat sekalipun.
  3. Ekonomis dibanding mengunakan mobil atau sambung menyambung dengan kendaraan umum ketika saya ke kantor dan mobil jemputan ketika anak saya ke sekolah

Tanpa berlama-lama pilihan merk saya jatuhkan pada Honda tipe Vario CW warna merah. Kenapa juga mesti merk ini yang saya pilih bukan yang lain, tentunya ada alasannya. Beberapa hari sebelumnya saya sudah menjajal 3 jenis skutik dan menurut versi saya Vario memiliki keunggulan antara lain :

  1. Lantai pijakan lebih lapang dan nyaman untuk kaki pengendara, rasanya cocok ukuran kaki saya yang lumayan besar.
  2. Tampilan penuh gaya dan sporty, dari lekuk bodi aduhai, warna eye catching, stripng manis sampai knalpot yang montok menawan.
  3. Lebih stabil pada saat dikendarai, baik sendiri atau berboncengan bahkan oleh ibu-ibu yang masih belajar bawa motor.
  4. Dilengkapi dengan built-in liquid-cooled engine. Saya kurang begitu paham, tapi intinya seperti radiator mobil yang sangat berguna pada saat berkendara jauh atau macet.
  5. Side-stand switch. Switch atau saklar yang berfungsi mematikan mesin pada saat motor diletakkan dengan standar samping, dan sejauh ini baru ada di Vario.
  6. Sangat cocok dikendarai baik untuk kaum hawa maupun pejantan tangguh seperti saya

Nah…. sekarang waktunya menunggu kedatangan my new red vario yang akan menemani hari-hari saya ke kantor sekaligus mengantar anak ke sekolah. Dan yang paling penting tentunya dapat memenuhi salah satu kebutuhan saya, semoga….

Apakah anda sudah memutuskan untuk membeli sebuah sepeda motor dan dapat memenuhi salah satu kebutuhan atau keingan anda?

Popularity: 47% [?]

Nikmat di Lidah Damai di Perut Tom Yam Seafood

2009 September 24

tom-yam-goongBosan juga rasanya dibombardir dengan masakan-masakan ala Lebaran yang lekoh dan bersantan tebal hampir seminggu lamanya. Ingin rasanya menyeruput kuah panas dan pedas yang bisa menghangatkan perut yang sedang lapar ini.

Beberapa pilihan terlintas mulai dari :

  1. Indomie telor kornet tabur keju, tapi yang ini sudah lazim sekali yah.
  2. Soto betawi full jerohan, sudah full jerohan full santan pula.
  3. Soto ayam tambah ceker, hmm…lumayan.
  4. Tom yam seafood pedas, nah…ini dia baru enak.

Akhirnya saya putuskan untuk membuat tom yam seafood dan ini adalah pengalaman pertama buat saya. Apakah rasanya senikmat buatan tam nak thai atau suan thai? Hanya saya yang tahu jawabannya :) .

Kebetulan seorang sahabat pecinta kuliner pernah cerita tentang tom yam seafood. Mulai dari memilih bahan, meracik, memasak, menyajikan sampai menyantapnya.  Berikut bahan-bahan dan cara membuatnya :

Bahan :

  • 40 gram udang yang sedang besarnya dikupas kulitnya dan dibelah punggungnya
  • 200 gram cumi-cumi putih dipotong melingkar
  • 150 gram fillet kakap dipotong kotak-kotak
  • 200 gram kerang hijau beserta kulitnya dicuci bersih
  • 75 gram jamur merang segar dibelah dua
  • 3 batang sereh dimemarkan
  • 7 lembar daun jeruk
  • 5 sdm kecap ikan
  • 10 buah cabe rawit merah, sedikit dimemarkan pangkalnya
  • 1 sdm cincangan daun ketumbar
  • 2 sdm minyak goreng
  • 2 1/2 sdt garam
  • 1 1/2 gula pasir
  • 1500 ml kaldu seafood
  • 5 sdm air jeruk nipis

Bumbu yang dihaluskan :

  • 4 buah cabe merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt terasi yang sudah digoreng
  • 3 butir kemiri yang sudah disangrai

Cara membuat:

  • Rebus kaldu seafood beserta sereh, daun jeruk, udang, cumi, fillet, kakap, kerang, jamur, garam, gula dengan api kecil hingga harum.
  • Bumbu yang dihaluskan ditumis dengan minyak goreng hingga harum, kemudian masukkan kecap ikan, aduk sebentar, lalu angkat dan masukkan dalam rebusan seafood hingga menyerap.
  • Sebelum diangkat, masukkan cincangan daun ketumbar, cabe rawit dan air jeruk nipis, lalu angkat dan hidangkan hangat-hangat.

Ternyata selain nikmat di lidah dan damai di perut, memasak tom yam kali ini memberikan kepuasan tersendiri. Saya tidak hanya menikmati semangkuk tom yam hangat pedas tetapi dengan sukses mengikuti proses dari awal sampai akhir, mulai dari pemilihan menu sampai menyantapnya. Jadi kepuasan atau kebahagiannya tercipta pada saat saya melakukan prosesnya dengan puncak kenikmatan atau kesuksesannya pada saat menyantapnya.

Apakah anda pernah mengalami hal yang demikian, dimana sesuatunya diawali dengan kebahagian untuk mencapai kesuksesan? Atau malah sebaliknya untuk meraih kebahagiaan wajib sukses terlebih dahulu?

Popularity: 100% [?]

Mudik Lebaran 2009 Absen Dulu Ya…

2009 September 20

mudik lebaran 2009Lebaran kali ini ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, semenjak saya merantau dari daerah asal saya 19 tahun yang lalu baru kali ini absen mudik. Absen berduyun-duyun bersama sekitar 27,25 juta* orang yang ikut meramaikan tradisi mudik tahun ini. Artinya setelah 19 kali merasakan nikmat dan indahnya mengikuti ritual mudik, tahun ini hanya bisa merasakan nikmat dan indahnya berlebaran di tanah rantau yang sudah menjadi tanah kelahiran kedua.

Masih hangat dalam ingatan saya atmosfer saat-saat mudik pertama kali sampai dengan yang terakhir. Suasana hati benar-benar mengagumkan, senang, bahagia, rindu, kangen pada orangtua dan semua yang patut mendapatkan, bercampur baur dengan semangat juang selama perjalanan mudik. Benar-benar seru! Saya belum bisa mengungkapkannya dengan kalimat yang tepat.

Menurut saya perjalanan mudik sendiri adalah kegiatan yang menyenangkan bahkan bisa menjadi suatu arena untuk melatih kesabaran, ajang untuk menguji seberapa kuat kontrol diri kita. Mungkin para mudiker juga setuju dengan pernyataan saya tersebut. Memang sih terkadang lepas kontrol juga walaupun sebatas mengumpat dalam hati tapi saya pikir itu cukup untuk membatalkan puasa yang sudah kita niati dan mulai dari subuh. Tapi di situlah seninya….

Nah, kalau saya bagi selama 19 tahun pengalaman mudik maka ada tiga penggalan waktu.

Pertama. Periode 5 tahun pertama atau masa-masa menimba ilmu. Pada periode ini saya tak pernah absen mudik, selain kewajiban untuk sungkem kepada kedua orang tua juga karena sebagai anak kuliahan tentunya hanya bisa pulang di momen-momen tertentu seperti Lebaran dan liburan semester, so selama satu tahun paling sedikit 3 kali bisa ketemu dengan orang tua. Perjalan mudik pada periode ini paling seru. Semuanya dilaju dengan kereta api. Mulai dari berdiri berhimpitan full body contact dengan satu kaki, menemani masinis di kabin masinis sampai duduk dengan nyaman di kelas bisnis pernah saya alami. Wah pokoke seru….seru banget….!

Kedua. Sudah menikah tapi masih menggunakan kereta api sebagai transportasi mudik. Biasanya anak dan istri saya ekspor dulu seminggu sebelum hari H dengan alasan keamanan dan kenyamanan. Baru satu hari menjelang hari H saya melenggang sendiri.

Ketiga. Mudik menggunakan kendaraan sendiri, wah rasanya lumayan enak. Saya punya kebebsan waktu untuk menentukan kapan take off dan kapan harus landing. Kalau dihtung-hitung hanya sekali kejebak macet hampir 12 jam di perjalanan, tapi sisanya alhamdulillah nyaris tanpa hambatan.

Apakah lebaran kali ini anda termasuk golongan yang absen mudik juga?

*Data Departemen Perhubungan

Popularity: 36% [?]