Horay ….akhirnya my skutik new red Vario datang juga. Belum genap satu minggu rasanya menunggu sang idola baruku telah tiba di hadapan rumah. Tepat pukul 19.00 wib di saat hujan deras melanda munculah sang Vario dihantar oleh 2 orang petugas dealer menggunakan mobil pick up.
Wah…senangnya hati ini melihat yang ditunggu akhirnya datang juga. Dan yang lebih senang lagi ketika melihat seluruh anggota keluarga – istri dan dua orang anak – riang gembira menyambutnya. Sayangnya tidak bisa langsung dijajal karena hujan….
Mantapsss….. besok pagi – kebetulan hari Sabtu – bisa menjajal. Ya…paling tidak putar-putar kompleks dululah sambil menunggu plat nomor dan STNK jadi dua minggu lagi.
Keesokan harinya…..
Sesuai rencana tepat pukul 07.00 pagi setelah mandi dan sarapan, penjajalan si merah dimulai. Tiga menit setelah pemanasan, dengan tarikan pertama ¼ putaran handel gas bergeraklah si merah ke arah taman komplek walaupun dengan gaya yang masih kagok karena tiga tahun tidak pernah pegang kemudi lagi.
Setelah 1 putaran dan dirasa-rasa, kesimpulannya sbb:
- Tarikannya oke
- Handling lumayan mudah
- Suspensi juga oke
Beberapa hal yang dirasa kurang pas:
- Rasanya kaki kanan kepingin nginjak rem, mungkin kebiasaan pakai motor bebek semi matik.
- Rasanya tangan jadi pegal karena pengereman bertumpu pada kedua tangan, lagi-lagi mungkin kebiasaan pakai motor bebek semi matik. Kalau boleh usul, model berikutnya bisa ditambahkan rem kaki – mirip skuter Vespa – untuk mengurangi beban di kedua tangan.
Salam cihuy…..
Popularity: 57% [?]
Sumber : AISI dan diolah sendiri
Hari ini Jumat 25 September 2009 tepat pukul 10.00 wib saya putuskan untuk membeli sebuah sepeda motor tipe skuter otomatis atau istilah kerennya skutik. Hanya satu alasan sederhana mengapa saya putuskan membelinya yaitu karena didorong oleh kebutuhan, kebutuhan akan sarana transportasi yang praktis, cepat dan ekonomis. Kebutuhan yang hadir kembali setelah tiga tahun menghilang dari pikiran saya. Tiga hal yang menjadi dasar munculnya kebutuhan itu adalah :
Bosan juga rasanya dibombardir dengan masakan-masakan ala
Lebaran kali ini ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, semenjak saya merantau dari daerah asal saya 19 tahun yang lalu baru kali ini absen mudik. Absen berduyun-duyun bersama sekitar 27,25 juta* orang yang ikut meramaikan tradisi mudik tahun ini. Artinya setelah 19 kali merasakan nikmat dan indahnya mengikuti ritual mudik, tahun ini hanya bisa merasakan nikmat dan indahnya berlebaran di tanah rantau yang sudah menjadi tanah kelahiran kedua.